Tips Agar Ponsel Anda Tetap Awet

· 0 komentar

Ponsel bukan lagi merupakan salah satu barang mewah seperti beberapa tahun silam. Hamper setiap orang baik kaya miskin setidaknya memiliki satu ponsel. Tentu saja seperti barang elektronik lainnya, ponsel juga memerlukan perawatan.
Perawatan ini berguna bukan hanya untuk memperpanjang usia ponsel tapi juga suatu saat, bila ponsel hendak akan dijual harganya tidak akan anjlok bangat.
Ada beberapa yang harus mendapat perhatian dalam hal perawatan ponsel ini. Pertama :perawatan baterai. Baterai ponsel yang tidak terawatt dengan baik membuat ponsel cepat drop dalam waktu singkat.
Kondisi ini pasti menjengkelkan bukan?pertama kenali dulu apakah jenis baterai yang dipakai jenis lithium (li-ion) atau bukan (NiCad atau NiMH). Perbedaan kedua jenis baterai ini sangat mendasar. Jenis Lithium bias diulang kapan saja, tanpa menunggu baterai habis.

Jenis nickel membutuhkan perhatian lebih khusus, soalnya harus menunggu setrumnya benar-benar habis, sampai tak bias lagi digunakan untuk menghidupkan ponsel sebelum mengisinya.
Ada baiknya saat baterai diisi, usahakan ponsel dalam keadaan mati agar prosesnya berjalan sempurna. Jangan juga sering terlalu mematikan dan menghidupkan ponsel. Jika itu dilakukan kondisi baterai akan cepat drop. Ponsel membutuhkan energi lebih besar saat mencari jaringan operator.
Berikutnya hindari ponsel dari air dan panas. Bila anda menggunakan kendaraan, ponsel ditempatkan ditempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Jangan letakan ponsel diatas dashboard. Pancaran sinar matahari bakalan menggangu kualitas layer ponsel.
Jangan letakan ponsel dekat-dekat dengan barang-barang elektronik lain, seperti computer. Keduanya bias saling merusak akibat gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh kedua alat tersebut.
Tips berikutnya, rawat kamera ponsel. Banyak orang menggap sepele soal perawatan kamera. Padahal ponsel kamera butuh perawatan khusus. Jangan pernah bersihkan lensa kamera ponsel dengan kapas atau tisu. Sebaiknya gunakan kain pembersih dari kain yang lembut dan mudah menyerap air.
Selain itu jangan menggunakan aksesoris palsu. Penggunaan aksesoris asli lebih menjamin keawetan ponsel. Menggunakan cassing palsu bisa merusak kinerja ponsel secara tidak langsung.

Read More......

Tips membeli Ponsel bekas

· 0 komentar


KapanLagi.com - Handphone atau telepon seluler atau ponsel, sekali lagi tak henti-hentinya menebarkan 'pesona'-nya bagi para konsumen maupun calon konsumennya. Daya pikatnya tak lagi terletak pada teknologi canggih komunikasi yang ditawarkan, namun juga pada lifestyle alias 'gaya hidup', yang mengandung unsur pasti: Gengsi! Komunikasi bukan lagi sebagai satu pilihan, namun kewajiban dan keharusan. Tak heran, kebutuhan akan perangkatnya pun seolah makin 'tak terkendali' alias meningkat, dari waktu ke waktu.

Namun demikian, walaupun memiliki kebutuhan yang sama akan perangkat ponsel tersebut, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa daya beli masing-masing konsumen maupun calon konsumen tak sama. Banyak 'parameter' atau 'batasan-batasan' yang dimiliki oleh mereka dalam menentukan pilihan akan perangkat ponsel yang akan mereka gunakan selain dari sisi harga, seperti fitur, model, fungsional, dan sebagainya.

Saat ini, ponsel bekas makin diminati oleh para calon konsumen. Karena, para konsumen mulai kreatif dalam berpikir. Daripada mereka membelanjakan uangnya untuk ponsel yang baru dengan fungsi yang 'standard', lebih baik yang bekas namun memiliki fitur 'di atas standard'. Nilai uang yang dikeluarkan memang hampir sama, namun 'kemampuan' yang dimiliki oleh ponsel tersebut tentu berbeda.

Nah, berikut ini adalah tips bagi para calon konsumen yang akan memilih dan membeli ponsel bekas, agar bisa mendapatkan barang masih sangat layak dan normal, dengan harga yang relative murah.

1. Kenali Jenis Ponsel yang Akan Dibeli

Sebelum anda berangkat ke outlet atau counter HP, buatlah gambaran mengenai ponsel jenis apa yang akan anda beli, seperti: merk, type, dan jenis layanan komunikasi (GSM atau CDMA). Hal ini dilakukan, agar anda tak bingung dan mudah terpengaruh ketika dihadapkan dengan banyak pilihan di salah satu counter HP yang anda kunjungi. Atau bila perlu, carilah teman anda yang mempunyai ponsel yang sama dengan jenis ponsel yang anda inginkan. Sehingga anda telah mempunyai gambaran yang pasti mengenai ponsel tersebut.

2. 'Survei' Harga Pasaran

Carilah harga pasaran dari ponsel yang anda inginkan, baik baru maupun bekas, sebagai bahan pertimbangan dalam 'mengukur' nilai harga ponsel dengan masa pakai, nilai penyusutan, tren, dsb. Referensi mengenai harga ponsel bisa anda dapatkan melalui majalah atau tabloid mengenai ponsel, ataupun menanyakan secara langsung pada beberapa counter HP, sebagai bahan perbandingan.


3. Teliti Fisik dan Kelengkapan Ponsel

Yang namanya barang bekas, di mana-mana pasti memiliki cacat. Jangankan yang bekas, yang baru pun kadang juga telah memiliki 'cacat bawaan' alias 'cacat pabrik'. Tapi, paling tidak kita bisa mendapatkan barang bekas yang masih bagus, atau istilahnya 'BSB', yakni Bekas Seperti Baru. Kita mencari barang yang memiliki 'cacat' yang sesedikit mungkin, atau mungkin yang hampir tanpa cacat.

Teliti keutuhan fisik ponsel, baik itu casing, keypad atau tombol, LCD, baterai, charger, dos (samakan no. imei yang ada pada dos dengan no imei yang tertera badan ponsel bagian belakang) + buku manual, headset atau handsfree (optional), baut-baut, dan segel. Selain masalah keutuhan fisik, juga 'originalitas' atau 'keaslian' komponen luar (penampilan) dan dalam (hardware/perangkat keras) ponsel. Salah satu cara untuk mengenali keaslian ponsel tersebut, salah satunya bisa dilihat dari stiker yang ada pada ponsel tersebut, yang menunjukkan identitas dari distributor resminya. Hati-hati dengan penampilan yang 'Aspal' alias 'Asli tapi Palsu'.

4. Teliti Fungsionalitas dan Operasional Ponsel

Kenali menu standard dari ponsel, beserta keseluruhan isi dan fungsi dari dari ponsel tersebut. Cobalah untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dengan terlebih dahulu mengisinya dengan berbagai macam SIM Card, baik yang berteknologi GSM maupun CDMA. Untuk ponsel berteknologi GSM, ada 3 frekuensi yang dipergunakan, yakni 900 MHz, 1800 MHz, dan 1900 MHz. Di Indonesia, yang saat ini dipergunakan adalah frekuensi 900/1800 MHz. Sedangkan frekuensi 1900 MHz dipergunakan pada ponsel berteknologi CDMA, disamping penggunaan frekuensi 850 MHz.

Telitilah pada kekuatan sinyal dan baterai, dengan mengamatinya pada indikator yang tertera di LCD atau tampilan pada layer ponsel. Jangan sampai nanti ternyata ponsel yang anda beli tersebut, baterainya nge-'drop' alias mudah habis, susah diisi ulang alias di-'charge' dan sinyalnya lemah sekali. Cobalah juga untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dari kemudahan respon pada tombolnya, kekontrasan, gelap-terang, serta warna tampilan atau LCD ponsel, kondisi speaker beserta volumenya, microphone, vibrator alias menu getar ponsel, buzzer alias speaker yang mengeluarkan bunyi ringtones dari ponsel tersebut, beserta volumenya.

Kemudian untuk perangkat lunaknya, cobalah fitur-fitur dari ponsel (andai tersedia), seperti: perangkat konektifitas (IR – Infra Red, Bluetooth, kabel data), memori eksternal (MMC, RS-MMC, dll), handsfree, software-software aplikasi yang disediakan ponsel dan juga nomor kode standar atau phone code dari ponsel tersebut.

Pencet sembarang tombol dengan serampangan, anggap saja seperti anak kecil yang bermain-main ponsel dengan memencet tombol-tombolnya, sebanyak mungkin tombol dan selama mungkin. Perhatikan, jika kemudian ponsel tersebut hang atau macet, bisa dipastikan ponsel tersebut 'tak layak' pakai. Hati-hati dengan kamuflase yang dibuat oleh penjual ponsel yang 'curang', dari luar tampak bagus, didalamnya 'hancur lebur'.

5. Teliti Perjanjian Jual Beli dan Layanan 'After Sales'

Tanyakan mengenai garansi yang dimiliki oleh ponsel, apakah garansi dari distributor masih berlaku atau sudah kadaluwarsa. Kemudian, pastikan jaminan atau garansi apa yang diberikan oleh counter ponsel tersebut, garansi servis atau komponen, dan sampai berapa lama garansi tersebut berlaku.

6. Pilihlah Counter yang Profesional

Untuk menghindari 'penipuan' dalam jual beli ponsel, sebaiknya anda memilih counter yang professional dan terpercaya. Jangan tertipu dengan penampilan bangunan counter dan kata-kata dari si penjual yang manis penuh dengan 'rayuan'. Atau mungkin, anda meminta saran atau rekomendasi dari teman yang sudah pernah mendatangi counter tertentu. Dan jika anda tak menemui ponsel yang memenuhi criteria yang sesuai dengan yang anda inginkan, lebih baik pindah ke lain ponsel atau tunda dulu pembelian ponsel pada hari itu.


Read More......

Tips membeli Hp lokal

· 0 komentar


Kompetisi ketat ponsel dimata konsumen saat ini berlangsung dengan dahsyat. Apalagi, selain kebanjiran ponsel buatan negeri tirai bambu china, ponsel-ponsel lokalpun tak kalah mutu dan modelnya serta tahan banting. Namun, tentu saja dengan kian beragam dan membanjirnya produk ponsel yang ditawarkan, konsumen di sarankan untuk berhati-hati menentukan pilihan sebelum membeli. Berikut ini adalah sejumlah tips bagi konsumen untuk membeli ponsel lokal.

Cek fitur
Ada baiknya sebelum membeli cek semua fitur yang ada. Coba bluetooth, Infra merah, kamera, musik, TV, radio dan kawan-kawan. Cek juga firmware HP tersebut. Kalau semua lancar dan tidak ada kejadian hang serta tidak lemot, maka ponsel tersebut masih pantas untuk dimiliki.

Cocokan spesifikasi
Jangan ragu untuk mencocokan spesifikasi yang ada di kardus HP atau di brosur dengan HPnya. Karena biasanya beberapa HP lokal tidak sesuai dengan spesifikasinya. Misalnya, dikardus dan di HP tertulis kamera berkekuatan 2 megapiksel, tapi kenyataannya hanya bisa menghasilkan foto berkualitas VGA.

Cek kelengkapan aksesories
Cek perlengkpan HP mulai dari charger, kabel data, headset, CD PC suite hingga kartu memoti external.

Periksa buku manual
Menurut Ditjen Postel, HP yang beredar di indonesia harus disertakan buku panduan berbahasa Indonesia. Perhatikan juga isi buku panduan tersebut. Beberapa buku panduan hanya memjelaskan fitur-fitur yang ada pada HP tampa menjelaskan langkah-langkah menggunakan fitur yang tersedia pada ponsel.

Perhatikan bahasa pada ponsel
HP yang beredar di Indonesia juga harus memiliki bahasa Indonesia di salah satu bahasanya. Standarnya memang seperti itu. Tidak hanya HP China, tapi merk lain seperti Nokia dan lain-lainnya.

Perhatikan garansi ponsel
Perhatikan garansi dari HP. Pastikan kamu mendapat garansi minimal selama 1 tahun.
Dan pastikan garansi tersebut asli bukan asli-aslian. Jangan mau beli HP baru dikasih garansi sejam.

Dengan memperhatikan beberapa tips diatas, 99 persen para pengguna ponsel lokal mendapatkan ponsel lokal yang bagus dan tahan lama.

Read More......

Going Wireless

· 0 komentar


Technology moves at so rapid a pace that it’s hard to keep up. These days it’s all about high-speed connections, and many different companies vie for the right to provide your service. But somewhere in the midst of all this talk of broadband, DSL and high speed is yet another intriguing idea: wireless Internet. But what is this mysterious power…and how can you harness it for your computer-driven devices?

What is Wireless Internet?

Wireless Internet has actually been around for years, though right now it’s becoming the latest thing for all the new computers being manufactured and sold. Cell phones have been equipped with wireless Internet for a while, but now you can free up your laptops and desktops from the hindrance of cords as well.



Wireless Internet works the same way wireless phones do, which is by way of signals. Wireless Internet signals sent through the air are picked up by wireless devices, giving you the ability to surf the Web without plugging in. Wireless Internet is already out there for anyone to use, but not everyone knows how.

How Does it Work?

So, wireless Internet signals are whizzing through the air all the time? In a manner of speaking, yes. Because they are out there, anyone can use them. But wireless Internet is something that can be created and anyone can learn how to create wireless signals of their very own. Harnessing and creating these wireless waves isn’t difficult at all, but it will take a few special tools.

First, you need a computer. Both laptops and desktops can make use of wireless Internet, even those models that aren’t pre-equipped to receive wireless signals. In order to enjoy a wireless Internet connection, you must first have some other form of high-speed Internet. Whether you receive this Internet through cable, DSL, broadband or some other means, you can convert yours to a wireless connection via a few steps.

But how is it done? In order to go wireless, you’ll need a special wireless router to go with your existing computer and Internet connection. This modem-like device will connect to your existing modem (be it cable, DSL, or broadband). The router takes the signal from your modem and sends it back out in a wireless signal to your computer. Unfortunately, enjoying a wireless connection isn’t as easy as plugging everything in and signing online.

Read More......

Competitive Benchmarking Tips and Tricks

· 0 komentar

Assuming you’re already familiar with benchmarking applications, it’s quite clear that you’ve realized how they work and probably felt the urge to compete. This article’s main focus, in a nutshell, is on competitive benchmarking.

If you don't have a clue about benchmarking software or you don't know their purpose, and you can't use them, then I wholeheartedly suggest reading Mike Mackenzie's article called "Benchmarking and Diagnostic Programs." It's very comprehensive and informative, containing everything you need to know related to the most popular and well-known benchmarking utilities: Super PI Mod (get it here), SiSoft Sandra, FutureMark software, CPU-Z, and Memtest86.




Read More......

History of personal compures

· 0 komentar


The capabilities of the PC have changed greatly since the introduction of electronic computers. By the early 1970s, people in academic or research institutions had the opportunity for single-person use of a computer system in interactive mode for extended durations, although these systems would still have been too expensive to be owned by a single person. The introduction of the microprocessor, a single chip with all the circuitry that formerly occupied large cabinets, led to the proliferation of personal computers after about 1975. Early personal computers - generally called microcomputers - were sold often in Electronic kit form and in limited volumes, and were of interest mostly to hobbyists and technicians. Minimal programming was done by toggle switches, and output was provided by front panel indicators. Practical use required peripherals such as keyboards, computer terminals, disk drives, and printers. By 1977, mass-market pre-assembled computers allowed a wider range of people to use computers, focusing more on software applications and less on development of the processor hardware.

Throughout the late 1970s and into the 1980s, computers were developed for household use, offering personal productivity, programming and games. Somewhat larger and more expensive systems (although still low-cost compared with minicomputers and mainframes) were aimed for office and small business use. Workstations are characterized by high-performance processors and graphics displays, with large local disk storage, networking capability, and running under a multitasking operating system. Workstations are still used for tasks such as computer-aided design, drafting and modelling, computation-intensive scientific and engineering calculations, image processing, architectural modelling, and computer graphics for animation and motion picture visual effects.[1]

Eventually the market segments lost any technical distinction; business computers acquired color graphics capability and sound, and home computers and game systems users used the same processors and operating systems as office workers. Mass-market computers had graphics capabilities and memory comparable to dedicated workstations of a few years before. Even local area networking, originally a way to allow business computers to share expensive mass storage and peripherals, became a standard feature of the personal computers used at home.

Read More......

LG Siapkan Pesaing Ponsel Kamera 8MP

· 0 komentar


LG mengungkapkan, LG-KC910 adalah ponsel berkamera 8 megapixel pertama yang dilengkapi layar sentuh. Di pasar, LGKC910 akan bertarung melawan C905 Cyber-shot produksi Sony Ericsson Mobile Communications AB dan innov8 (baca: innovate) produksi Samsung Electronics Co Ltd. LG-KC910 merupakan bukti kecerdikan LG dalam bermain di pasar ponsel. LG tertinggal dari Sony Ericsson dan Samsung dalam memperkenalkan ponsel berkamera 8 megapixel.

Namun, LG berhasil mengejar ketertinggalannya dengan merilis ponsel berkamera 8 megapixel pertama yang memiliki layar sentuh. Para pesaing LG-KC910, yaitu C905 dan innov8, memang dilengkapi kamera 8 megapixel. Namun, kedua pesaing LG-KC910 tersebut tidak dilengkapi layar sentuh. Dengan kamera 8 megapixel dan layar sentuh 3 inci, LG-KC910 diharapkan mampu meneruskan sukses pendahulunya,Viewty.

"Pada LG-KC910, kami sekali lagi mengombinasikan kamera kelas atas dengan fitur multimedia paling canggih dan layar sentuh. Tujuannya memberikan pengalaman multimedia terbaik kepada pelanggan," ujar President & Chief Executive Officer LG Electronics Mobile Communications Co Dr Skott Ahn.

Ahn menuturkan, konsumen memberitahu LG bahwa layar sentuh adalah interface yang vital untuk memanfaatkan maksimal fitur multimedia kelas atas pada ponsel. Fokus LG dalam mengembangkan ponsel-ponsel layar sentuh pun terbukti sukses meningkatkan pangsa LG di pasar ponsel global.

"Kami adalah pionir sejati ponsel layar sentuh karena kami menguasai 49 paten ketika mengembangkan Prada. Sejak awal, kami bertekad menciptakan ponsel yang sangat mudah digunakan kendati memiliki banyak sekali fitur," papar Ahn. LG menyatakan, ponsel-ponsel layar sentuhnya kini mendominasi pasar ponsel kelas atas di dunia. Di antara ponsel-ponsel layar sentuh LG, produk paling laris adalah Viewty. Pada kuartal kedua (April-Juni) 2008, penjualan Viewty diklaim sudah menembus dua juta unit.

LG menambahkan, ponsel layar sentuh paling laris kedua adalah Venus. Pada kuartal kedua 2008, penjualan global Venus sudah menembus volume 1,6 juta unit. Ada pun ponsel layar sentuh paling laris ketiga dari LG adalah Voyager, yang terjual 1,3 juta unit pada kuartal kedua 2008. LG menilai, LG-KC910 adalah pengganti Viewty yang paling sempurna.Viewty sukses di pasar karena ponsel itu adalah ponsel layar sentuh berkamera 5 megapixel paling tipis di dunia.

LG pun berupaya mewariskan rekor yang dipegang Viewty kepada LG-KC910. LG menyatakan, LG-KC910 adalah ponsel berkamera 8 megapixel paling tipis di pasar. Sebab, LG-KC910 hanya memiliki ketebalan 13,95 mm. Seperti ponsel-ponsel kelas atas yang lain, LG-KC910 pun dilengkapi Wi-Fi, HSDPA, dan GPS. Akan tetapi, LG-KC910 memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para pesaing. Sebab, Sony Ericsson dan Samsung hanya berfokus meningkatkan kinerja pencitraan pada C905 dan innov8.

Pada kedua ponsel itu, fitur andalannya adalah kamera digital beresolusi 8 megapixel. Pada LG-KC910, LG tidak hanya menyuguhkan kamera beresolusi tinggi. Sebab, ponsel berkamera 8 megapixel itu juga menawarkan fitur audio berkualitas tinggi. Tidak tanggung-tanggung, LG menanam teknologi audio Dolby Mobile pada LG-KC910, guna meningkatkan kualitas audio ponsel tersebut.

Kerja sama LG dengan pengembang utama teknologi audio berkualitas tinggi Dolby Laboratories Inc diumumkan pada akhir Juli 2008. Tidak sampai dua bulan, LG sudah mampu memperkenalkan produk pertama buah kerja sama tersebut, yaitu LG-KC910.

"Peran LG menjadi semakin kuat ketika LG menanam teknologi Dolby Mobile ke dalam ponsel-ponsel multimedia. Kami yakin teknologi ini akan meningkatkan standar kualitas audio ponsel dan menjadi tren baru dalam industri ponsel," ujar Ahn. Ahn menegaskan, LG adalah produsen ponsel pertama yang menanam teknologi Dolby Mobile ke dalam ponsel.

Ahn menambahkan, langkah LG untuk menanam teknologi audio Dolby Mobile ke dalam ponsel adalah bukti komitmen LG dalam menyajikan fitur terbaik kepada pelanggan di seluruh dunia. Dolby Mobile adalah teknologi audio yang dirancang untuk memungkinkan pengguna ponsel meningkatkan kualitas audio pada ponselnya. Teknologi Dolby Mobile antara lain memiliki fitur Mobile Surround, yang memungkinkan pengguna ponsel menikmati audio berkualitas realistis dengan headphone.

Di samping itu, teknologi Dolby Mobile juga memiliki fitur Sound Space Expander. Berkat fitur itu, pengguna ponsel diharapkan akan mampu mendengar suara yang lebih kaya ketika mendengar musik dengan ponsel. Selama ini, keterbatasan teknologi audio ponsel memang membuat hilang sejumlah suara minor pada musik. Juga Dolby Mobile memiliki fitur Natural Bass dan High-Frequency Enhancer. Berkat kedua fitur itu, ponsel akan mampu menghentakkan suara bass yang lebih bulat dan dalam, serta denting suara treble yang lebih nyaring dan jernih.

Pengguna ponsel berteknologi audio Dolby Mobile juga dapat menata komposisi audio sesuka hati karena teknologi itu memiliki fitur Graphic EQ alias equalizer. Dengan teknologi itu, pengguna bisa menata kualitas musik sesuai genre atau bahkan lokasi. Misalnya rock, jazz, classic, hall,atau live concert. Fitur yang tidak kalah inovatif pada Dolby Mobile adalah Mono-to- Stereo Converter. Sesuai dengan namanya, teknologi itu memungkinkan pengguna ponsel mengubah audio mono menjadi stereo.

Juga, Dolby Mobile dilengkapi fitur Sound Level Control, yang mampu menjaga konsistensi kualitas output audio. LG berencana mulai memasarkan LG-KC910 pada Oktober.Guna meningkatkan kualitas fotografi digital ponsel tersebut, LG membekalinya dengan optik kelas atas Schneider-Kreuznach. (sindo//srn)

(Sumber okezone.com)

Read More......

POST TERBARU